.comments-page { background-color: #00BFFF;} #blogger-comments-page { padding: 0px 5px; display: none;} .comments-tab { float: left; padding: 5px; margin-right: 3px; cursor: pointer; background-color: #f2f2f2;} .comments-tab-icon { height: 14px; width: auto; margin-right: 3px;} .comments-tab:hover { background-color: #eeeeee;} .inactive-select-tab { background-color: #d1d1d1;}
DFN. Powered by Blogger.

SELAMAT DATANG DI DAFONE'S NOTE

Nge-Blog'e arek Go-Blog
Showing posts with label Wisata Probolinggo. Show all posts
Showing posts with label Wisata Probolinggo. Show all posts

Unexpected Holliday - Bromo

           Bromo, siapa yang tidak kenal salah satu gunung di jawa timur ini. Aku pun juga sudah berkali-kali datang ke gunung ini, sekedar refresing bersama teman-teman. Nah… kemarin tanggal 2 November 2013 Aku berkesempatan datang lagi ke taman nasional gunung bromo ini.

          Terakhir ke gunung bromo ialah 3 – 4 tahun yang lalu sebelum gunung Bromo erupsi. Dan setelah erupsi tidak ada kesempatan lagi hingga kemarin kesempatan itu datang. Seperti biasa, datang ke gunung Bromo selalu datang bersama teman, baik teman SMA, teman Chating Mig33, Teman Kampus, dan kemarin bareng teman Kos. Fiuh… kapan ane bawa sang kekasih ke Bromo ya… (nasib Jomblo) hehehe.
          Perjalanan ini sih sama seperti perjalanan sebelumnya, yakni ditemani oleh si Mr.Blue sang motor kesayanganku. Melaju bersama Mr Blue melewati beberapa tanjakan dan tikungan hingga akhirnya sampai di area lembah kasih. Sambil berhenti nunggu teman “pipis” Boleh nih narsis dulu di pinggir jalan. Wkwkwk.

          Setelah beberapa jepretan… (cielah, kayak model aja jepret…jepret) Aku pun lanjut menuju atas mengarungi jalanan yang menanjak juga berkelok. Dan Alhamdulillah sampai juga di pintu masuk Taman nasional gunung Bromo. Taaaapi… Kok tiket masuknya agak jauh ya? Apa mungkin takut gak bayar lagi seperti dulu, wwkwkkw.
          Dengan harga tiket 25rb (untuk 2 Orang dan 1 motor) kami pun boleh masuk ke taman nasional gunung Bromo. Beberapa meter dari pintu utama banyak mobil yang lagi ngantri alias macet… busyet… Aku lupa kalau hari itu adalah hari minggu dan bertepatan dengan jam mereka turun alias kembali ke penginapan. Yah… dengan terpaksa akhirnya ngikuti arahan penjaga lewat jalan pintas yakni belok kiri (menuju parkir mobil).
          Disinilah Aku mulai bingung dan nyasar hingga ke tempat yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya. Yep… bukit sebelah utara kawah Bromo… lumayan jauh dan panas… Taaaaapi… Di sini Aku menemukan spot keindahan gunung bromo yang lain, dan seperti foto di bawah ini Narsis dulu…


            Puas narsis di tempat ini, kami pun turun mencari jalan menuju kawah bromo. Eits, satu tempat lagi yang bagus untuk foto ditemukan. Yakni tempat parkir mobil dan kebetulan lagi kosong jadi pemandangannya lumayan bagus, seperti hasil foto di bawah ini. Hehehe

(Foto Bersama Mr Blue... Lagi pusing mikirin masalah. :D )

(Macak ganteng sek, sopo ngerti onok cewek nyantol.. hihihi)

          Puas dan tak mau lama-lama di tempat ini (karena ada yang pacaran) akhirnya Aku dan temanku lanjut turun ke lautan pasir. Di lautan pasir inilah Aku menghabiskan banyak waktu hanya untuk berfoto. Yah, walau kelihatan narsis dan tidak enak dipandang Aku cuek aja. Wkwkwkwk.
(Tuh di belakang ada gunung batok)


(Kece kan? wkwkkwkw)

          Sebenarnya temanku ingin naik ke kawah, yah apalah daya Aku tidak siap untuk mendaki ke sana dan akhirnya Aku hanya bisa mengantarnya ke depan pura. Nama pura yang ada di Bromo adalah Pura Luhur Poten dan memaksa temanku untuk mendaki dengan alasan “daripada penasaran”, Akhirnya dia nyerah juga dan ngajak pulang tanpa mendaki kawah bromo. Oia, inilah foto-foto di sekita Pura Luhur Poten.


(Muka mulai kusam, karena terlalu lama terpapar matahari)

(Gaya Sek, ning ngarep Pura)

(Inilah suasana yang ada di dalam Pura)

(Sesajen yang banyak berserakan di pura)

Sekian Postingan kali ini, Thanks :)

0

Pantai Kerang Gending




Lembar kedua di tahun 2013 bertepatan pada hari rabu, di hari itu matahari tidak mendapat halagan untuk menyinari desaku. Kemarin tanggal 1 januari Aku dan keluarga Liburan Darurat ke Pantai nelayan Situbondo. Daripada jauh-jauh ke Kabupaten Situbondo hanya mandi di pantai nelayan, mending ke Pantai Utara Gending yang disebut juga Pantai Kerang. Namun semua tak mau ke pantai ini dikarenakan pas tanggal 1 januari kemarin Pantai ini penuh sesak dengan pengunjung untuk menyaksikan Dangdutan yang diadakan tepat di bibir pantai.
            Di hari kedua ini tersisa hanyalah sampah yang berserakan dan panggung music yang masih belum di bongkar.
Sisa Panggung Perayaan Tahun Baru

Lihat di bagian bawah panggung music penuh sampah dan tidak ada yang membersihkan. Berhubung sudah tiba dipantai, Adik kecilku merengek untuk mandi di laut, Yaudah Langsung saja Kita menuju air laut yang jauh ada di utara, karena Waktu itu Pantai benar-benar surut. Di perjalanan menuju Air laut, Aku berkesempatan memotret beberapa binatang, salah satunya kepiting ini…
Kepiting

            Tidak lama bermain di pantai, karena matahari mulai panas. Akhirnya Aku memutuskan untuk segera kempali ke bibir pantai. Menghabiskan waktu di bawah rimbunnya Hutan bakau adalah cara menghilangkan lelah setelah bermain air. Sambil membersihkan diri di sungai dan mengeringkan pakaian, saatnya foto-foto. Inilah foto-foto di Pantai Kerang kecamatan Gending.

Kerang Yang Aku dapatkan dan harus dikembalikan ke laut (Nanggung) hehehe

Adikku Menulis Initial Namanya


Ponakan Juga meniru Menulis Mana dengan Kuliat Kerang



Pose Narsis Ala Adik dan Ponakanku


Cuci Tangan dan Kaki untuk segera Pulang

Itulah Liburan (Bukan Liburan Sih…ckckckc) Di lembar kedua tahun 2013, Kalau mau berkunjung ke pantai Kerang tidak perlu khawatir mengenai keamanan kendaraan, karena sekarang sudah Ada tempat parkirnya hanya dengan membayar Rp 1000 (Untuk parkir) sudah bisa bersenang senang sambil mencari kerang. J Sekian

0

Eksotika Madakaripura Waterfall



Hai, jangan bosan baca postingan diblog ini ya. Hehehe. Sobat pasti tau yang namanya Madakaripura tepatnya sebelum menuju Gunung Bromo. Hmmm… semua memang sudah tau tentang keindahan air terjun madakaripura. Hehehe. Baiklah saya tidak akan menceritakan seperti apa keindahan madakaripura, tapi lebih menceritakan pengalamanku liburan ke tempat wisata alam itu. Jujur Aku sudah ke air terjun madakaripura tiga kali, taukah? Kondisi madakaripura saat pertamakali aku kesana dibanding yang kedua dan ketiga sangat Jauh berbeda.
            Awal Aku ke Madakaripura adalah saat masih duduk dibangku SMA dulu tepatnya pada tahun 2006. Saat itu bertepatan dengan minggu tenang setelah Ujian sekolah. Setibanya di parkiran Madakaripura kami disamput oleh patung besar, kalau gak salah itu adalah Patung Gajah Mada dari kerajaan Mojopahit.
Udara dingin langsung menyambut kami semua, untung saja Aku sudah sedia jaket untuk meredam hawa dingin pegunungan itu. Setelah memastika motor kami aman, saatnya perjalanan menuju Air terjun Madakaripura. Kami beramai-ramai menyusuri pasangan beton yang membentuk jalan menuju air terjun. Jalan itu memang sangat membantu memudahkan akses menuju tempat wisata alam yang sudah terkenal keindahannya itu.
            Ditengah perjalanan, Aku baru sadar kalau disamping kami ada pipa besi dan tentunya sebagai saluran air. Saat itu kami belum Pipa apa itu, namun terakhir Aku tahu ternyata itu adalah Pipa saluran Air dari sumber murni dari pegunungan.
            Akhirnya perjalanan kami tiba disebuah jembatan yang melintang di atas sungai. Dan kami semua baru menyadari kalau kami telah dibuntuti oleh seorang anak laki-laki sejak kami menyusuri jalan setapak itu. Eh, ternyata anak itu adalah warga disekitar pegunungan yang sengaja memandu kita sebagai pengunjung.
            Well, dari jembatan Aku melihat deretan Air yang jatuh dari tebing membentuk sebuah tirai air. Sungguh keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan sebuah ungkapan. Rasa syukur dan takjub bercampur jadi satu. Namun itu hanyalah pembukaan saja, Air terjun utamanya masih ada didalam dan kami harus melewati guyuran air seperti hujan itu.
            Tanpa ragu kami langsung menerobos dinginnya tirai air itu dan terdengar beberapa teman cewek berteriak dan mengeluh kedinginan. Kami hanya bisa tertawa senang dan tak sabar melihat Air terjun utama yang sudah kelihatan dari kejauhan.
            Perlu sedikit perjuangan menitih bebatuan yang licin dan tajam untuk mencapai air terjun utama. Rasa takut langsung menjalar ketika Aku melihat betapa mengerikannya Air terjun Madakaripura saat itu. Kayu-kayu mengapung diatas kolam dan Langit langsung beubah menjadi gelap. Kami tahu, kalau banjir datang tak ada tempat untuk berlari menyelamatkan diri, karena kolam air terjun itu dikelilingi tebing yang berbentuk lingkaran seperti sumur.
            Namun, beberapa teman lain meyakinkanku untuk berlama-lama di Air terjun itu, dan Akhirnya Aku bisa merasakan dinginnya air terjun madakaripura meski hanya sebentar saja. Akhirnya Pemandu yang mengkuti kami menyarankan untuk segera kembali. Kami sebagai pendatang hanya bisa ikut sarannya, namun keindahan itu tak akan terlupakan sampai kapanpun.
            Setelah tiba di tempat parkir, pamandu yang tak diundang itu meminta bayaran kepada kami. Kami semua kebingungan karena kami tidak pernah meminta jasa pandunya dan sekarang dia meminta Uang sebagai bayarannya. Terpaksa kami patungan dan untungnya pemandu tak diundang itu mau dikasih uang sebesar 20 ribu.
            Tiga tahun berlalu, Aku kembali lagi ke Madakaripura mengajak Saudaraku yang pada saat itu adalah tahun baru di tahun 2008. Seperti biasa patung Gajah mada menyambut kami, namun untuk menuju Air terjun itu sudah perlu perjuangan ekstra. Jalan dari beton disamping kiri sungai sudah terputus… maka kami harus menyebrangi sungai berkali-kali. Namun masih tetap sama, keindahan Madakaripura dapat mengobati rasa lelah itu.
            Terakhir tanggal 21 Juni 2011 Aku kembali dengan membawa kakak dan keponakanku. Kami beramai-ramai membawa mobil ke Madakaripura. Dari pengalaman pertama, saat ada yang mengikuti kami dari belakang, Aku langsung mengatakan pada dia kalau Aku sudah berkali-kali ke Madakaripura dan tak perlu Pemandu. Akhirnya mereka tidak jadi membuntuti kami sekeluarga.
            Namun, Aku lupa menceritakan hal lain saat pertama kali datang ke Madakaripura kepada kakakku, yakni adanya Jasa cuci Mobil dan Motor tanpa disuruh oleh pemilik dan meminta bayaran sesukanya. Dan itu terbukti setelah Aku dan kakak kembali ke mobil, ternyata Mobil yang kami bawa sudah bersih dan mengkilat, sesuai kejadian pertama ku datang ketempat ini mereka meminta bayaran jasa parkir dan cuci total Rp 30 ribu, namun setelah nego hanya Rp. 20 ribu dan mereka menerimanya. Hehehe.



Foto-foto diatas adalah foto saat bersama kakak dan keponakankanku liburan ke Madakaripura di tahun 2011 lalu. Baiklah, semoga tulisan ini bermanfaat… dan ada sedikit Tips untuk berkunjung ke madakaripura probolinggo
  1. Bawalah payung dan kresek besar (untuk melindungi barang kita dari guyuran tirai air
  2.  Bawalah cemilan yang cukup, karena cemilan yang di jual di tempat itu harganya bisa dua kali lipat.
  3. Bawa korek api atau tembakau, karena Tempat lembab seperti Air terjun banyak terdapat pacet dan lintah. Korek dan tembakau ampuh untuk melepaskan mereka dari kulit kita.
  4. Jika tidak memerlukan pemandu, silahkan bicarakan kepada pemandu tak diundang diawal perjalanan untuk tidak memandu perjalan kalian.
  5. Saat parkir kendaraan, jangan takut mengatakan bahwa kendaraan anda tidak memerlukan jasa cuci.
  6.  Pastikan anda membawa Dompet dengan isi yang cukup, karena jika terjadi hal-hal diatas bisa membayarnya. Hehehehe.
  7. Selamat berkunjung ke madakaripura.






0

Koleksi foto saat dikebun teh tiris

Seperti yang saya katakan dalam post sebelumnya mengenai Kebun Teh Tiris Probolinggo, terdapat papan peringatan yang bertuliskan tidak boleh mengambil foto tanpa seijin managemen. Nah… kelakuan kami dibawah ini janganlah ditiru karena kami tidak bertanggung jawab atas hal yang terjadi jika melanggar papan pengumuman itu. Tapi… yang ku alami gak ada apa-apa kok (gak ketahuan. Hehehe).
Baiklah, langsung saja kita tengok Hasil foto di kebun teh dibawah ini. Yang pertama adalah foto-fotoku yang lagi sendirian alias Narsis gak jelas :D hehehe

Mandangin kebun milik babe :D

Pose ala surfer


Empuknya rumput hijau
Gaya film2 india. hehehe
Ini sih hasil editan photoshop. :p
Inilah suasana bersama para sahabat di kebun teh tiris
Lomba Lompat paling tinggi
With my Friends
Nunjuk Satu bintang. bintang di siang hari?
Suasana diatas bukit
gank narsis saat berkumpul :D
0

Panorama Angin-angin Tiris Probolinggo

Gunung Argopuro dari dusun Angin-angin
Well, akhirnya berkesempatan membuat postingan mengenai panorama indah yang ada di dusun Angin-angin , Desa Ranu gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Entah darimana awal mula nama Angin-angin ini berasal. Dusun ini akan dilewati ketika kita akan menuju Kebun Teh TirisProbolinggo. Dinamakan dusun angin-angin mungkin karena di dusun itu anginnya kenceng yaaa (Asal mikir) hehehe.
Tapi ini kenyataan saat berkunjung ke kebun teh sempat melewati pemandangan yang sangaaaaaaaaaat bagus… (lebay). Sebuah jalan beraspal yang melewati pinggiran jurang yang sangat dalam dan lumayan membuat kita menuju akhirat kalau sampai jatuh ke jurang itu. terlepas dari kengerian itu, tempat ini memliki pemandangan yang sangat bagus dan cocok buat yang suka narsis untuk berfoto-foto. Selain jurang juga terlihat dengan jelas pemandangan Gunung Argopuro. 
Foto dibawah ini adalah foto jalan didusun angin-angin dan disamping kiri adalah jurang yang cukup dalam. 
Jalan Di dusun Angin-angin tiris

(berpose kayak kakek2 di jalan dusun angin-angin tiris)
Panorama di dusun angin-angin ini memang sangat menakjubkan, hembusan angin yang lumayan sangan klop dengan nama dusunnya (kenceng). Panorama terlihat sangat Indah saat pagi hari ketika matahari sedang terbit. Namun di sore hari juga tidak kalah indahnya. Ini terbukti ketika saya sedang pulang dari acara pernikahan teman di kecamatan tiris. Lihat aja hasilnya dibawah ini.
merenungi nasib dipinggiran jurang argopuro


Menatap Langit senja

Menujuk Gunung Argopuro sebagai gunung terindah di Tiris :D

Dibawah ini juga diambil ditempat yang sama, namun matahari disebelah barat lagi tertutup awan. 

Narsis lagi euy.. hehehe
Menantang Angin (bukan mau bunuh diri terjun ke jurang)



Narsis lagi dan lagi


Ngelamun di pinggir jurang

 Ok, Sekian Tentang Panorama di dusun angin-angin… Kalau teman mau jalan kesana aja aku ya (ngarep) hehehe. Oia lupa ada lagi yang belum ku ceritai… di pinggir jalan itu dulu ada pohon besar… dan sekarang sudah tinggal satu. Seperti dibawah ini

Pohonnya bagus gak?
Akhirnya... bener-bener harus bersambung dilain waktu... (Model diatas adalah model Majalah sobek. hehehe). wasalam :-)
0

Kebun Teh Tiris Probolinggo

Narsis di Kebun Teh (17-7-2011)

Kebun Teh yang ada di desa Andung Biru, kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kebun Ini adalah kebun warisan pada jaman penjajahan belanda dan pemiliknya tentunya adalah orang belanda tepatnya pada tahun 1925. Namun setelah kemerdekaan indonesia para penjajah dari tanah belanda itu kembali ke negaranya dan membiarkan perkebunan teh menjadi milik indonesia. Menurut sumber yang kami peroleh pemilik perkebunan ini adalah bapak Budi Setiawan yang tinggal di surabaya. Hingga saat ini kebun teh masih menjadi milik bapak budi Setiawan, beliau dibantu oleh beberapa mandor yang mengawasi pemeliharaan kebun secara langsung. Namun dipapan yang kami temui Kebun Teh andung biru merupakan PTPN XII (Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara XII) yang berarti perkebunan Andung Biru ini adalah milik Negara atau BUMN. (sumbernya kurang kuat, karena kami menanyakan hal itu kepada para pekerja. hehehe.)
Jenis Teh yang ada di Andung biru adalah Teh kolas, Teh Hijau, dan Teh Rengganis. Pemetikan daun teh dilakukan setiap hari karena luas kebun teh mencapai 300 hektar. Para pekerja harian yang memetik teh berjumlah 180 orang. Kebun teh ini mampu menghasilkan daun teh yang siap siproses sebanyak 245 ton/ tahun. Setiap kali panen Daun-daun teh ditampung di penampungan dengan dibungkus karung-karung besar. Kemudian dikirim ke pabrik yang ada di lumajang yakni pabrik Kerto Wono untuk diproses menjadi Teh siap konsumsi. 

Perjalanan Menuju Kebun Teh ini tidak terlalu sulit, karena sekarang jalannya sudah lumayan mulus. Bagi anda yang dari luar kota (surabaya) bisa langsung ke arah selatan dipertigaan kecamatan Gending (Pas timur pabrik PT.SASA INTI)... lurus aja mentok hingga masuk desa pesawahan. Diperjalanan menuju kebun teh tiris anda akan melewati pemandangan yang tak jauh kalah menarik, namanya Angin-Angin Tiris (kata bokap dan penduduk kampung). Terus saja ikuti jalan itu hingga akhirnya anda melewati pasar tiris. Setelah pasar anda harus belok kanan mengikuti jalan tanjakan hingga menemukan pertigaan (ada tugu garuda) anda belok kiri. Terus saja ikuti jalan itu dan jika anda tidak bertanya dimana kebun teh.. maka saya jamin anda nyasar. Hahahaha… (Saya sarankan bertanya pada penduduk setempat mengenai kebun teh tersebut)… oia tips bertanya ke penduduk setempat… “JANGAN" sekali-kali bertanya tanpa turun dari kendaraan (tidak sopan) karena penduduk disana akan memberikan jalan yang salah.


Ini dia Hamparan Hijau tanaman teh yang menyelimuti bukit di desa Andung Biru kecamatan tiris
(Hamparan Hijau Tanaman Teh Tiris)
(Pucuk daun Teh yang segera dipetik)
Betapa indahnya Kebun Teh yang ada di Kabupaten Probolinggo ini, dan dapat dijadikan sebagai refrensi untuk liburan anda, apalagi kalau dibuat Foto-foto seperti Pra Wedding. Hemmmm… pengen kan foto disana??? Tapi liat dulu gambar dibawah ini.
 (Papan Larangan Berfoto di Area Kebun Teh)
Don’t Take Photograph, Dilarang Memotret atau mengambil gambar tanpa seijin Managemen. Wah wah wah… pasti kecewa kan kalau udah nyampe Kebun Teh yang indah tapi gak diizinin foto2? Tenang aja, kalau Cuma buat koleksi pribadi kita bisa foto aja seenaknya (Asal gak ketahuan) kalau ketahuan gimana? Kalau ketahuan… yah gak gimana-gimana paling Cuma dikasih peringatan. Tapi kalau buat Foto prewed mending Izin aja deh. Hehehe…
Kalau Aku sih Cuek aja dengan papan larangan itu (Jangan ditiru).. Maka banyak foto-foto bersama teman-teman saat jalan atau berlibur ke kebun teh Andung Biru kecamatan Tiris ini. Lihat aja Foto saat temen MIG33 probolinggo Tour ke Kebun Teh, ada juga Bersama Teman lain di Kebun Teh. Ok sekian saya tunggu kisah kalian saat berkunjung ke kebun Teh Tiris. wasalam 

0

Recent Post

Related Post

Buku Tamu

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Dafone's Note - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Templates Blogger